apa saja keunikan rumah adat mbaru niang

Diketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut Pulau Flores, berdiri rumah adat berlantai lima bernama Mbaru Niang yang berlokasi Mbaru Niang, Rumah Adat di ‘Atas Awan’ yang Diakui UNESCO Pada 2012 Mbaru Niang mendapatkan penghargaan dengan kategori konservasi warisan budaya dari UNESCO Asia-Pasifik. JogloGambar Rumah Adat Jawa Tengah Kartun : Rumah Adat Joglo Sejarah Jenis Keunikan Ciri Khas Bentuk Dan 2 Buku Terkait Post a Comment Perlu kamu ketahui, rumah joglo dulunya dibangun oleh bangsawan dan orang kaya. Yuk simak penjelasan lengkap, keunikan, hingga gambarnya di sini! Apa saja sih nama rumah adat jawa tengah? Joglo gambar rumah Rumahadat milik suku Wae Rebo ini disebut Mbaru Niang. Rumah adat Mbaru Niang ini sangat unik berbentuk kerucut dan memiliki 5 lantai. Setiap lantainya memiliki ruangan dengan fungsi yang berbeda beda. rumah adat ini maka si pemiliki rumah tidak akan ragu untuk mengajak kamu masuk ke dalam rumahnya untuk melihat-lihat keunikan rumah adat 5Contoh Keunikan Rumah Adat Baduy, Cari Jawaban Kelas 5 SD/MI. Budaya. Benarkah Nasi Padang yang Dibungkus Porsinya Lebih Banyak? Ini Faktanya. Apa Saja Contoh-Contoh Pengaruh Masuknya Unsur Budaya India ke Indonesia? 3 Bulan yang lalu. Budaya Manusia Tercipta dari Beragam Suku Bangsa, Apa Ciri-Ciri Suku Bangsa? Pakaianadat Indonesia, salah satunya pakaian adat Sumatra Utara, didominasi pakaian adat suku Batak yang disebut ulos. Meski ulos digunakan hampir semua sub suku Batak, penamaan, dan fungsinya berbeda-beda. Tak hanya tradisi, bahasa, rumah adat dan kesenian yang unik, Sumatra Utara memiliki pakaian adat yang khas. Site De Rencontre Attractive World Avis.  Lifestyle Inspirasi & Unik Senin, 23 Agustus 2021 - 1116 WIB Rumah Adat Gadang Sumber VIVA – Rumah adat Minangkabau adalah bangunan tradisional yang berasal dari daerah Sumatra Barat. Rumah gadang merupakan nama rumah tradisional dari adat Minangkabau. Dikutip dari masyarakat setempat juga menyebut rumah gadang sebagai rumah bagonjong atau rumah rumah gadang dibangun di atas tanah yang agak luas dan memiliki keluarga induk secara turun temurun. Selain itu, rumah gadang juga sering dilengkapi dengan surau keluarga yang kerpa digunakan untuk pemuda berkumpul dan atau tempat untuk menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan. Rumah Adat MinangkabauBentuk Rumah Gadang Rumah Gadang Bentuk rumah gadang berupa bangunan balok segi empat yang mengembang ke atas dan mengecil ke bawah. Kemudian garis melintang dari bangunan rumah ini melengkung tanjam di dua tepi sebelahnya yang menyerupai bentuk tanduk yang menyerupai tanduk kerbau tersebut sebagai simbol dari kemenangan. Lalu bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas disebut sebagai gonjong. Oleh karena itu, rumah gadang sering juga dinamakan sebagai rumah bagonjong. Umumnya atap rumah gadang dibuat dengan ijuk yang bisa bertahan puluhan tahun. Halaman Selanjutnya Fungsi Rumah Gadang Kami kirim berita paling update di pagi dan sore hari langsung ke telegram Kamu! Pssst ada quiz dan giveaway juga Topik Terkait Rumah Adat Minangkabau Minangkabau Rumah Gadang Kerbau Jangan Lewatkan Terpopuler Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya mengenai hukum riba terkait jual beli motor yang terlanjur sudah terlibat dalam riba. Seblak rafael saat ini tengah diminati dengan maraknya diunggah di media sosial. Seblak dengan sambal hijau disertai taburan minyak pedas nan nikmat ini pun jadi favorit. Ramalan zodiak Selasa, 13 Juni 2023. Aries, hindari usaha patungan. Capricorn, kamu mungkin menemukan belahan jiwa. Aquarius, karyawan yang layak dapat menerima promosi. Morning sex bersama pasangan dapat meningkatkan mood, meningkatkan energi dan kepercayaan diri, dan membantu tubuh bersantai di hari kerja dengan jauh lebih efisien. Hubungan antara ibu mertua dan menantu memang cukup kompleks. Lantas apa yang membuat ibu mertua kurang akur dengan menantunya? Selengkapnya  VIVA Networks Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap agar All New Toyota Yaris Cross bisa di ekspor ke Australia, sehingga menjadi tantangan Toyota Indonesia. Tercatat ada 4 merek asal China yang hadir di pameran tahunan GIIAS 2023 nanti, yaitu Neta, GWM Tank, Ora, dan Haval. Bagaimana Chery melihat persaingan ini? Selengkapnya  Isu Terkini - Apa Saja Bagian Rumah Adat Mbaru Niang Dan Fungsinya? Untuk dapat menjawab soal tersebut, tentu saja kita harus tahu lebih dulu maksut dari soal tersebut. Di ambil dari beberapa sumber terpercaya, dapat kita simpulkan jawaban dan solusi yang tepat untuk soal "Apa Saja Bagian Rumah Adat Mbaru Niang Dan Fungsinya". Mari kita simak penjelasannya dalam kesempatan kali ini. Jawaban Apa saja bagian rumah adat mbaru niang dan fungsinya lutur, loteng, lentar, lempa rae, dan hekang kode. Pembahasan Rumah adat Mbaru Niang merupakan rumah adat Suku Manggarai. Rumah ini berbentuk kerucut dengan ketinggian mencapai 15 meter. Dinding rumah terbuat dari kayu dan bambu. Atapnya terbuat dari ijuk yang disebut wunut. Setiap bagian rumah direkatkan dengan menggunakan rotan dan tanpa paku sama sekali. Fungsi masing-masing bagian rumah adat Mbaru Niang adalah Lutur, berfungsi sebagai tempat tinggal dan berkumpul dengan keluarga. Loteng, berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari. Lentar, berfungsi untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacang-kacangan. Lempa rae, berfungsi untuk menyimpan bahan makanan apabila terjadi kekeringan. Hekang kode, berfungsi untuk tempat sesajian persembahan kepada leluhur. Jadi apa saja bagian rumah adat mbaru niang dan fungsinya lutur, loteng, lentar, lempa rae, dan hekang kode. Demikian jawaban dari latihan soal Apa Saja Bagian Rumah Adat Mbaru Niang Dan Fungsinya. Semoga bisa membantu belajar kamu. Belajar adalah proses yang penting dalam kehidupan murit. Akan tetapi, terkadang belajar bisa menjadi hal yang melelahkan dan membosankan, terutama jika Kamu tidak tahu cara belajar yang efisien. Belakangan ini, bimbingan online telah menjadi cara praktis dalam menolong siswa untuk meningkatkan kualitas belajar mereka. Bimbingan online memberikan kemudahan bagi siswa dan guru untuk belajar dan mengajar tanpa terbatas oleh waktu dan jarak. Ini berarti siswa dapat belajar dari mana pun dan kapan saja, bahkan dari luar negeri. Bagi kamu yang merasa perlu les privat sbmptn secara online dapat menggunakan aplikasi RumahCom – Indonesia adalah sebuah negara yang dikenal dengan keanekaragaman budayanya. Setiap turis yang pergi mengunjungi Indonesia tentunya sangat senang untuk melihat berbagai perbedaan yang ada pada setiap masing-masing wilayah. Semua daerah yang ada di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri dan membuatnya sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata yang sangat menarik bagi siapa saja. Salah satu bentuk keanekaragaman lainnya yang ada di Indonesia adalah banyaknya terdapat rumah adat yang sesuai dengan wilayahnya sendiri. Setiap rumah adat yang ada di Indonesia memiliki bentuk dan desain yang berbeda-beda dan membuatnya menjadi sangat unik untuk di eksplor dan dipelajari dengan baik. Rumah adat yang terkenal salah satunya adalah rumah adat Nusa Tenggara Timur. Agar Anda bisa mempelajari tentang rumah adat secara mendetail maka pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Serba Serbi Rumah Adat Musalaki NTT Sejarah Rumah Adat NTT Fungsi Rumah Adat NTT Tips Membangun Rumah Etnik NTT di Rumah Modern Jenis-jenis Rumah Adat NTT Rumah Adat Musalaki Rumah Adat Mbaru Niang Rumah Adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Filosofi Rumah Adat NTT Keunikan yang Dimiliki Rumah Adat NTT 1. Serba Serbi Rumah Adat Musalaki NTT Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi yang berada di Indonesia yang terbagi menjadi beberapa pulau yang berbeda-beda. Karena banyaknya pulau itulah yang menjadikan provinsi Nusa Tengara Timur bisa mempunyai banyak perbedaan dan contohnya adalah suku hingga rumah adat. Beberapa suku yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Timur adalah seperti suku Antoni, Belu, Lamaholot dan yang lainnya. Setiap suku yang berbeda tersebut memiliki desain dan bentuk rumah adatnya yang unik dan berbeda. Sama halnya juga dengan rumah adat Musalaki yang ada pada daerah Nusa Tenggara Timur. Dilansir dari Wikipedia, rumah adat Musalaki atau Rumah Musalaki adalah rumah tradisional yang bisa dijumpai pada provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rumah Musalaki adalah sebuah lambang dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat Musalaki pada awalnya dipakai sebagai sebuah tempat tinggal bagi kepala suku dari beberapa suku yang ada di Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini, desain dari rumah adat Musalaki terus digunakan sebagai salah satu acuan desain utama bangunan pemerintahan seperti kantor Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten pada provinsi Nusa Tenggara Timur. a. Sejarah Rumah Adat NTT Dalam sejarahnya, rumah adat Musalaki adalah rumah adat asli dari masyarakat suku Ende Lio. Nama rumah adat Musalaki tersebu berasal dari sebuah kata dalam bahasa tradisional Ende Lio yaitu Mosa yang dimaksud sebagai Ketua dan Laki yang memiliki arti adat. Apabila kata tersebut digabungkan maka akan menjadi “Ketua Adat” karena rumah Musalaki merupakan sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal utama dari Kepala Suku dalam masyarakat suku Ende Lio. b. Fungsi Rumah Adat NTT Seperti yang sudah disebutkan di atas, fungsi utama dari rumah adat NTT adalah untuk menjadi tempat tinggal dari kepala suku, terutama suku Ende Lio. Tidak hanya itu saja, rumah adat ini juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan berbagai ritual seperti upacara adat, musyawarah dan kegiatan yang lainnya. 2. Tips Membangun Rumah Etnik NTT di Rumah Modern Merancang dan membangun sebuah tempat tinggal Anda sendiri adalah salah satu hal yang sangat menarik untuk dilakukan. Dengan merancang sendiri maka otomatis Anda bisa mengkreasikan desain dari rumah akan Anda bangun. Salah satu desain yang sangat menarik untuk diterapkan adalah menerapkan desain rumah etnik NTT pada rumah modern Anda. Rumah adat NTT sangatlah terkenal dengan dengan rumah yang memiliki model atap tinggi dan menjulang. Desain tersebut ternyata juga bisa diterapkan dalam hunian modern yang ada saat ini. Cek pilihan rumah terjangkau Rp300 jutaan berikut ini agar Anda bisa membangunnya lagi. 3. Jenis-Jenis Rumah Adat NTT Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Salah satu bentuk keindahan yang bisa Anda lihat adalah dari terdapat beberapa jenis rumah adat berbeda yang bisa Anda temui di sana. Di bawah ini adalah beberapa jenis rumah adat NTT terdapat pada suku yang berbeda a. Rumah Adat Musalaki Rumah adat yang pertama dan paling umum bisa Anda temui adalah rumah adat Musalaki. Sesuai dengan yang sudah disebutikan di atas, rumah adat Musalaki merupakan salah satu rumah adat yang dijadikan sebagai lambang dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Seperti yang dilansir dari Parawisata Indonesia, rumah adat musalaki mempunyai gaya arsitektur yang unik dan dibagi menjadi dua bagian utama yaitu struktur atas dan struktur bagian bawah. b. Rumah Adat Mbaru Niang Rumah adat Nusa Tenggara Timur yang selanjutnya adalah rumah adat Mbaru Niang. Rumah adat ini berasal dari desa yang berada di Nusa Tenggara Timur yaitu desa Wae Rebo. Rumah adat Mbaru Niang memiliki desainnya yang sangat unik dan berbeda dari rumah adat pada umumnya. Rumah adat ini. Rumah adat Mbaru Niang ini memiliki fungsi yang berbeda dari rumah adat Musalaki karena bisa ditinggali oleh masyarakat yang ada dan tidak dikhususkan untuk kepala suku saja. Rumah adat Mbaru Niang memiliki gaya arsitektur yang menarik karena dibangun membentuk layaknya sebuah kerucut dan membuatnya menjadi terlihat seperti sebuah tenda yang berukuran sangat besar. c. Rumah Adat Sao Ria Tenda Bewa Moni Rumah adat Nusa Tenggara Timur yang terakhir adalah rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni. Rumah adat ini juga memiliki desain yang sangat unik dan berbeda dari rumah adat Nusa Tenggara Timur yang lainnya. Secara fungsi, rumah adat ini terbagi menjadi beberapa bagian. Ada yang memanfaatkan rumah adat ini sebagai hunian tempat tinggal dan ada juga beberapa masyarakat yang memanfaatknya sebagai tempat untuk menyimpan benda adat hingga tulang belulang para leluhur. Tips adat yang ada pada setiap daerah sebelum berkunjung agar Anda bisa menjadi lebih sopan ketika berkunjung. 4. Filosofi Rumah Adat NTT Hampir seluruh rumah adat yang ada di Indonesia memiliki filosofinya sendiri. Sebuah filosofi sangatlah penting untuk dimiliki agar bisa menjadi tujuan dari dibangunnya rumah adat tersebut. Rumah adat Nusa Tenggara Timur sendiri dibangun dengan mengikuti sebuah filosofi yaitu adanya keseimbangan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Selain itu juga rumah adat NTT juga memiliki makna sebagai tempat utama untuk mengumpulkan nilai-nilai religius, norma, estetika dan budaya. 5. Keunikan yang Dimiliki Rumah Adat NTT Setiap rumah adat tentunya memiliki keunikannya masing-masing. Setiap daerah mempunyai desain dan rancangan dari rumah adat yang berbeda dan menjadikannya tidak ada rumah adat dengan desain yang seratus persen sama. Di bawah ini adalah beberapa keunikan dari rumah adat NTT yang dilansir dari Genpi Atap dari rumah adat Mbaru Niang terbuat dari daun lontar dan memiliki ketinggian hingga 15 meter. Atap yang berbahan dasar dari daun lontar ini ditutupi dengan ijuk dan bentuk atapnya dibiarkan terus menjulur dari atap hingga menyentuh tanah. Rumah adat NTT juga memiliki model atap menyerupai sebuah kerucut atau limas istimewa dengan bidang miring. Secara filosofinya, bentuk kerucut tersebut adalah sebuah simbol perlindungan dan persatuan antar masyarakat. Keunikan yang selanjutnya adalah umumnya rumah adat NTT mempunyai 5 lantai berbeda dan memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Pada tingkat pertana, terdapat ruang lutur yang akan difungsikan sebagai tempat tinggal. Pada tingkat kedua merupakan tempat penyimpanan barang dan bahan makanan. Pada tingkat ketiga, digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benih tanaman. Pada tingkat yang keempat, terdapat ruangan untuk menyimpan stok pangan. Lalu pada tingkat kelima terdapat ruangan untuk memberikan sesajen pada leluhur. Bangunan dari rumah adat juga dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali dan mengandalkan tali rotan sebagai alat pengikatnya. Mengikuti aturan dari leluhur, rumah adat juga akan dibangun dengan tidak menyentuh tanah dan harus memiliki kolong dengan tinggi minimal 1 meter. Rumah adat juga harus dibangun pada tanah yang datar dan tidak miring. Tanah yang tidak rata harus diratakan terlebih dahulu agar tidak ada kemiringan sama sekali pada lahan yang akan dibangun. Itulah penjelasan mengenai rumah adat NTT beserta sejarah dan fungsinya masing-masing. Saat ini, rumah-rumah adat tersebut sudah semakin ditinggali dan satu demi satu dijadikan sebagai cagar budaya. Anda bisa ikut berperan untuk menjaganya dengan melestarikan rumah adat yang ada dan tidak merusaknya. Anda tidak perlu panik ketika KPR Anda ditolak oleh Bank! Simak video berikut untuk mengetahui apa saja yang bisa menjadi penyebab utama KPR Anda ditolak. Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah. Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami Rumah adat Mbaru Niang suku Manggarai terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Foto ShutterstockRumah adat Mbaru Niang suku Manggarai terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT tepatnya di Gunung rumah adat Mbaru Niang ini terletak di Kampung Adat Wae Rebo. Mengutip buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia karya Fitri Haryani NasuXon, Desa Wae Rebo merupakan salah satu desa tertinggi di desa tersebut memiliki tinggi sekitar meter dari permukaan laut. Karena itu, desa ini kerap dihiasi dengan kabut tipis di pagi harinya dan memiliki pemandangan serta udara yang dari Desa Wae Rebo adalah keturunan Minang. Meskipun berada di Nusa Tenggara Timur, konon penduduk Wae Rebo adalah keturunan Minang, Sumatera moyang penduduk Wae Rebo berasal dari Minangkabau yang merantau ke Flores dan akhirnya menetap di Desa Wae Wae Rebo memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Bahkan setiap hari kemerdekaan, di rumah adat Mbaru Niang, dipasangkan bendera. Penduduk Wae Rebo berbondong-bondong membuat tiang bendera berdiri tegak lurus di rumah adat yang berbentuk kerucut tersebut. Simak penjelasan lengkap tentang rumah adat Rumah Adat Mbaru NiangTentang rumah adat Mbaru Niang. Foto Leonardus Nyoman/Buku Mbaru Gendang, Rumah Adat Manggarai, FloresMengutip dari buku Mbaru Gendang, Rumah Adat Manggarai, Flores karya Dr. Yohanes S. Lon, rumah adat Mbaru Niang berbentuk kerucut dan memiliki lima lantai dengan tinggi sekitar 15 meter. Rumah ini memiliki desain unik dan terpencil di pegunungan karena hanya berada di Desa Wae keunikan tersebut, rumah adat Mbaru Niang ini mendapatkan penghargaan tertinggi untuk kategori konservasi warisan budaya UNESCO Asia-Pasifik di tahun Niang berbentuk kerucut dan atapnya yang terbuat dari dan lontar hampir menyentuh tanah. Keseluruhan rumah ini ditutupi menggunakan ijuk. Uniknya pembuatan rumah ini dibangun tanpa paku, tetapi memiliki tali pada Rumah Adat Mbaru NiangSetiap rumah Mbaru Niang ditempati oleh enam hingga delapan keluarga. Tidak hanya itu, satu rumah adat ini memiliki ruangan dengan fungsi yang lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan dari setiap tingkat rumah adat Mbaru Niang, yakniRuangan ini digunakan sebagai tempat tinggal dan untuk berkumpul dengan keluarga. Tingkat pertama ini biasanya disebut dengan ini adalah loteng yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang keperluan sehari-harinya. Tingkat kedua dari rumah adat ini disebut dengan di tingkat ketiga digunakan untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kacang-kacangan. Tingkat ketiga ini disebut juga dengan ini berguna untuk menyimpan stok makanan jika suatu saat terjadi kekeringan. Tingkat keempat ini disebut juga dengan lempa ii adalah tempat untuk melakukan sesajian, yaitu persembahan untuk para leluhur. Tingkat kelima ini dapat disebut dengan hekang kode. Keunikan Rumah Adat Mbaru Niang1. Atap Terbuat dari Daun Lontar2. Atap Kerucut3. Terdiri dari 5 Lantai/Tingkat4. Bangunan Kayu Tanpa Paku5. Lantai Rumah Tidak Menyentuh Tanah6. Dibangun di Atas Tanah Datar7. Rumah Adat Mbaru Niang Berjumlah Tujuh8. Satu Rumah Dihuni Lima Hingga Enam KeluargaWarisan BudayaRute Menuju Wae ReboKesimpulan Rumah Adat Mbaru Niang, selalu berjumlah 7. Foto; Instagram ankga Mbaru Niang adalah rumah adat yang bisa kita temukan di Kampung Wae Rebo. Sebuah kampung adat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur NTT, yang terpencil di atas pegunungan dengan ketinggian mdpl. Wae Rebo dikelilingi pegunungan dan hutan hujan tropis. Masuk wilayah Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Baca juga* 7 Inspirasi Liburan di Labuan Bajo ala Ayu Ting Ting Saat ini, Wae Rebo menjadi satu-satunya desa adat di Manggarai yang masih mempertahankan eksistensi Mbaru Niang. Sebenarnya di Desa Todo juga terdapat Mbaru Niang. Hanya saja, rumah adat itu tidak lagi ditinggali. Berbeda dengan Mbaru Niang yang ada di Kampung Wae Rebo. Rumah Adat Mbaru Niang di Wae Rebo, Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT. Sumber Kamu bisa sebutkan keunikan dari rumah adat Mbaru Niang? Berikut ini kita eksplorasi yuk, keunikan Desa Wae Rebo ini. 1. Atap Terbuat dari Daun Lontar Rumah adat itu memiliki atap berbentuk kerucut dengan ketinggian mencapai sekitar 15 meter. Atap rumah adat Mbaru Niang terbuat dari daun lontar yang ditutupi ijuk. Bagian bawah dari atap itu menjulur sampai nyaris menyentuh tanah. 2. Atap Kerucut Mengapa rumah adat disini berbentuk kerucut? Limas istimewa dengan bidang miring yang disebut selimut kerucut dan beralas lingkaran. Dalam Budaya Wae Rebo, bentuk kerucut dari Mbaru Niang merupakan simbol perlindungan dan persatuan antarrakyat Wae Rebo. Lantai rumah berbentuk lingkaran, melambangkan harmonisasi dan keadilan antarwarga dan keluarga. 3. Terdiri dari 5 Lantai/Tingkat Rumah adat Mbaru Niang memiliki 5 lantai 5 tingkat. Terdapat berbagai ruangan dengan fungsi masing-masing, di kelima lantai Mbaru Niang. ✓ Tingkat Pertama Di lantai pertama Mbaru Niang, ada ruang lutur yang difungsikan sebagai tempat tinggal dan tempat kumpul keluarga. ✓ Tingkat Kedua Di lantai kedua, adalah loteng atau lobo yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang sehari-hari dan juga bahan makanan. ✓ Tingkat Ketiga Selanjutnya, pada rumah mbaru niang tingkat ketiga digunakan untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan. Lantai ketiga ini disebut lentar. ✓ Tingkat Keempat Di lantai keempat ada lempa rae, sebuah ruang untuk menyimpan stok pangan untuk jaga-jaga/mengantisipasi kalau terjadi kekeringan. ✓ Tingkat Kelima Tingkat kelima pada rumah adat Mbaru Niang disebut hekang kode. Sebuah ruang yang digunakan sebagai tempat sesajian bagi para leluhur. 4. Bangunan Kayu Tanpa Paku Keunikan rumah adat Wae Rebo selanjutnya adalah, rumah terbuat dari kayu worok dan bambu yang dibangun tanpa paku. Konstruksi bangunan Mbaru Niang saling terikat dengan menggunakan tali rotan yang sangat kuat. 5. Lantai Rumah Tidak Menyentuh Tanah Sama seperti kebanyakan rumah adat yang ada di Indonesia, Mbaru Niang juga berbentuk rumah panggung. Kolong rumah tingginya sekitar 1 meter. Dibuat demikian karena ada aturan dari leluhur lantai rumah tak boleh menyentuh tanah. 6. Dibangun di Atas Tanah Datar Semua rumah Mbaru Niang didirikan di atas tanah datar. Seluruh rumah dibangun mengelilingi sebuah altar yang disebut warga setempat sebagai Compang, titik pusat dari ke-7 rumah adat itu. Compang berguna untuk memuji dan menyembah Tuhan, juga para roh leluhur. 7. Rumah Adat Mbaru Niang Berjumlah Tujuh Bangunan Mbaru Niang, secara turun temurun, selalu dijaga oleh warganya. Warga Wae Rebo, dari generasi ke generasi, sudah menghuni Mbaru Niang sejak sebelum abad ke-18. Dan sampai saat ini, jumlah rumah tidak pernah bertambah dan berkurang. Tetap terjaga berjumlah 7 Mbaru Niang di Wae Rebo. Jumlah 7 tujuh tersebut bukanlah ditetapkan dengan sembarangan. Namun mengandung arti penghormatan terhadap 7 arah gunung yang ada di sana. Warga meyakini ketujuh gunung itu berfungsi sebagai pelindung Kampung Wae Rebo. Foto Instagram ali_olfat 8. Satu Rumah Dihuni Lima Hingga Enam Keluarga Begitu masuk ke dalam rumah, terdapat sebuah ruangan terbuka yang luasnya kurang lebih setengah dari luas total Mbaru Niang. Ruangan ini adalah lutur, sebuah ruangan multifungsi. Di sinilah tempat menerima tamu, tempat para penghuni rumah khususnya laki-laki bersosialisasi, sekaligus tempat tidur kaum laki-laki yang sudah dewasa. ✓ Kamar Bagian rumah lainnya adalah nolang, yang terdiri dari dapur dan ruang tidur. Ada 5 buah ruang tidur di sana, yang masing-masing dimiliki oleh satu keluarga. Ya, dalam satu rumah Wae Rebo bisa ditinggali 5-6 keluarga, dengan total penghuni sekitar 15-20 orang. ✓ Dapur Kamar-kamar menghadap ke sebuah dapur yang memiliki tungku besar. Dapur mereka memang berada di tengah-tengah. Uniknya, walaupun ada yang memasak dan banyak asap yang keluar dari tungku, kita tidak akan merasa sesak. Hal ini karena masih adanya sela-sela kecil di antara struktur atap yang membuat asap bisa menyelinap keluar dari rumah. Konon katanya, asap dari dapur yang mengepul ke atas sekaligus berfungsi untuk mengawetkan struktur bangunan. Sumber ✓ Penyimpanan Barang Melihat bentuk ruangan yang begitu komunal, bagaimana ya cara mereka menandai “kepemilikan” mereka, karena area adalah milik bersama. Dapur bersama, tempat penyimpanan pun bersama. Masing-masing punya lemari untuk menyimpan barang-barang keperluan pribadi dan lemari untuk alat masak sendiri. Tapi ada juga alat masak yang digunakan bersama. Begitu juga soal penyimpanan di lobo loteng. Ada kaplingnya masing-masing. ✓ Budaya Memasak Bersama Bagaimana budaya memasak warga Wae Rebo? Karena hanya ada satu dapur, mereka selalu memasak bersama-sama. Semua makanan dimakan bersama, meskipun ada juga masakan yang memang dimasak hanya untuk keluarga sendiri. Walau masaknya bersama-sama, tak pernah ada rebutan makanan dan barang. Semua sudah tahu mana yang milik orang lain, milik bersama, dan yang milik dia sendiri. Warisan Budaya Sumber Instagram vndrlvst Banyak keunikan yang dimiliki Rumah Adat Mbaru Niang di Wae Rebo. Karena itulah UNESCO Asia-Pasifik memberikan penghargaan kategori konservasi warisan budaya pada tahun 2012. Juga menjadi salah satu kandidat peraih Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur pada 2013. Rute Menuju Wae Rebo Untuk bisa tiba di Wae Rebo, kamu memerlukan usaha yang lumayan menguras tenaga dan keringat. Pertama-tama, dari Labuan Bajo kamu harus sampai dulu di Desa Dintor, dilanjutkan ke Denge, dengan berkendara selama sekitar 6 jam menempuh jarak sekitar 150 kilometer. Dari Denge ke Wae Rebo, kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 9 kilometer. Menempuh jalur mendaki selama sekitar 3-4 jam. Lihat lokasinya di Google Map Wae Rebo Village Yakin saja. Rasa lelah di perjalanan mendaki akan terbayarkan ketika kamu sampai di Wae Rebo. Rasa lelahmu akan hilang saat melihat kabut tipis yang selalu mengelilingi perkampungan dengan suhu sekitar 15 derajat celcius di pagi hari ini. Keindahan panorama dan keunikan rumah Mbaru Niang, yang semakin lengkap dengan keramahan khas penduduknya, akan membuat kita betah berlama-lama berada di Wae Rebo. Baca juga* 10 Foto Eksotis Pantai Liman NTT Kesimpulan Tidak mengherankan kalau Wae Rebo menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi kalau kita berkunjung ke Flores, NTT. Kita bisa melihat secara langsung kehidupan sehari-hari masyarakat Wae Rebo yang masih tradisional. Selain tentu saja melihat keunikan rumah adat Mbaru Niang. Ayo liburan ke Wae Rebo!

apa saja keunikan rumah adat mbaru niang